JoshGowPhotography – Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran ke Ukraina pada Sabtu, 27 Desember 2025. Serangan ini terjadi hanya sehari sebelum pertemuan penting Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Waktu serangan tersebut langsung memicu perhatian internasional. Banyak pihak menilai momen ini bukan kebetulan. Serangan terjadi saat upaya diplomatik kembali dibahas secara terbuka. Konflik Rusia-Ukraina sendiri telah berlangsung hampir empat tahun. Perang ini menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Skala serangan kali ini termasuk yang terbesar sepanjang 2025.
“Baca Juga: Myanmar Jadwalkan Pemilu Pertama Pasca Kudeta 28 Desember”
Ratusan Drone dan Puluhan Rudal Hantam Banyak Wilayah
Presiden Zelenskiy menyebut Rusia meluncurkan sekitar 500 drone dan 40 rudal. Serangan tersebut menghantam Kyiv dan sejumlah wilayah lain di Ukraina. Angkatan Udara Ukraina menyatakan drone juga menargetkan wilayah timur laut dan selatan. Sistem pertahanan udara Ukraina berusaha menangkis serangan sejak dini hari. Ledakan terdengar di berbagai penjuru ibu kota. Serangan udara berlangsung hampir sepanjang pagi. Peringatan serangan di Kyiv baru dicabut setelah hampir sepuluh jam. Warga terpaksa berlindung dalam waktu lama. Intensitas serangan menunjukkan eskalasi serius menjelang akhir tahun.
Dampak Langsung pada Infrastruktur Energi dan Warga Sipil
Serangan menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur vital. Aliran listrik dan sistem pemanas di beberapa bagian Kyiv lumpuh. Operator jaringan listrik nasional Ukrenergo menyebut fasilitas energi menjadi sasaran utama. Pemadaman listrik darurat diberlakukan di seluruh ibu kota. Pemerintah kota Kyiv melaporkan tujuh distrik mengalami kerusakan. Tiga blok apartemen bertingkat tinggi dilaporkan terbakar. Menteri Luar Negeri Ukraina menyatakan sekitar sepertiga wilayah Kyiv tanpa pemanas. Kondisi ini terjadi saat suhu udara sekitar nol derajat Celsius. Situasi tersebut meningkatkan risiko krisis kemanusiaan di musim dingin.
Korban Jiwa dan Proses Penyelamatan yang Masih Berlangsung
Pihak berwenang Ukraina melaporkan sedikitnya satu orang tewas di wilayah Kyiv. Sebanyak 19 orang lainnya terluka di ibu kota. Dua di antara korban luka adalah anak-anak. Tim penyelamat terus bekerja di lokasi terdampak. Seorang warga diduga masih terjebak di bawah reruntuhan apartemen. Operasi pencarian dilakukan dengan peralatan darurat. Pemerintah lokal mengimbau warga tetap waspada. Layanan medis dan pemadam kebakaran disiagakan penuh. Kerusakan luas menyulitkan akses bantuan di beberapa distrik.
“Baca Juga: Justin Hubner Lamar Jennifer Coppen, Hubungan Resmi ke Jenjang Serius”
Reaksi Zelenskiy dan Tekanan Internasional terhadap Rusia
Zelenskiy menilai serangan ini sebagai respons Moskow terhadap upaya perdamaian. Upaya tersebut sedang dimediasi oleh Washington. Melalui akun X, Zelenskiy mengecam serangan saat periode Natal dan Tahun Baru. Ia menyebut tindakan Rusia sebagai perbuatan menjijikkan. Zelenskiy mendesak Amerika Serikat dan negara Eropa meningkatkan tekanan. Ia menilai hanya langkah tegas yang bisa menghentikan agresi. Sebelumnya, Zelenskiy mengungkap rencana pembahasan pembagian wilayah pascakonflik. Topik itu dijadwalkan dibahas bersama Trump di Florida. Hingga kini, Rusia belum memberikan komentar resmi.
Serangan ini kembali menegaskan rapuhnya proses diplomasi. Upaya damai menghadapi tantangan besar di tengah eskalasi militer. Banyak analis menilai tekanan internasional akan meningkat. Nasib pertemuan Zelenskiy dan Trump menjadi sorotan berikutnya. Hasil diplomasi tersebut dapat menentukan arah konflik pada 2026.




Leave a Reply