JoshGowPhotography – Kabar mengejutkan datang dari Asus. Perusahaan teknologi asal Taiwan tersebut dipastikan tidak akan merilis satu pun smartphone baru pada 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Chairman Asus, Jonney Shih, dalam sebuah acara internal di Taiwan pada 16 Januari lalu. Pernyataan ini sekaligus menguatkan spekulasi bahwa Asus tengah bersiap meninggalkan industri ponsel pintar yang telah mereka geluti selama lebih dari satu dekade.
“Baca Juga: Prince of Persia Remake Resmi Dibatalkan Ubisoft”
Dalam pernyataannya, Jonney Shih menyebut bahwa Asus tidak memiliki rencana untuk menambah model smartphone baru di masa mendatang. Meski tidak secara eksplisit menyebutkan kata “mundur” atau “berhenti total”, pernyataan tersebut dipahami luas sebagai sinyal kuat berakhirnya kiprah Asus di pasar smartphone Android. Keputusan ini dinilai sebagai langkah strategis di tengah perubahan besar lanskap industri teknologi global yang semakin berfokus pada kecerdasan buatan.
Dukungan untuk Pengguna Zenfone dan ROG Phone Tetap Berjalan
Di tengah kabar tersebut, Asus berupaya menenangkan para pengguna setianya. Jonney Shih menegaskan bahwa perusahaan tetap akan memberikan dukungan purna jual bagi perangkat yang sudah beredar. Pengguna Zenfone dan ROG Phone disebut tidak perlu khawatir terkait pembaruan perangkat lunak maupun layanan garansi.
Asus memastikan update software dan dukungan teknis akan tetap berjalan sesuai komitmen yang telah dijanjikan sebelumnya. Dengan demikian, meskipun tidak ada model baru yang diluncurkan, ekosistem pengguna lama masih akan dipelihara. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga reputasi Asus di mata konsumen, terutama mengingat lini ROG Phone memiliki basis penggemar yang cukup loyal di segmen ponsel gaming.
Sinyal Penurunan Bisnis Smartphone Sejak Awal 2025
Sinyal hengkangnya Asus dari pasar smartphone sebenarnya sudah tercium sejak awal 2025. Laporan dari DigiTimes menyebutkan bahwa stok ROG Phone 8 dan ROG Phone 9 di situs resmi Asus Amerika Serikat terpantau habis dan tidak kunjung diperbarui. Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa produksi ponsel gaming Asus mulai dihentikan secara bertahap.
Tak hanya itu, lini Zenfone juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Asus bahkan memutuskan untuk tidak memasarkan Zenfone 12 Ultra di Amerika Serikat. Absennya model flagship ini di pasar besar seperti AS memperkuat dugaan bahwa Asus tengah menarik rem darurat pada bisnis smartphone mereka, bukan sekadar melakukan jeda peluncuran.
Arah Baru Asus: AI, Robotika, dan Smart Glasses
Jonney Shih juga memberikan gambaran mengenai arah bisnis Asus ke depan. Ia menyebut bahwa sumber daya dan tim riset serta pengembangan (R&D) dari divisi smartphone akan dialihkan untuk fokus pada teknologi berbasis kecerdasan buatan. Asus menilai bahwa AI menjadi fondasi utama inovasi teknologi dalam beberapa tahun ke depan.
Beberapa sektor yang menjadi prioritas baru Asus antara lain robotika dan kacamata pintar (smart glasses). Kedua bidang ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih menjanjikan dibanding pasar smartphone yang semakin kompetitif dan memiliki margin keuntungan menipis. Pergeseran fokus ini mencerminkan upaya Asus untuk tetap relevan di tengah perubahan tren industri teknologi global.
“Baca Juga: Redmi Note 15 Pro Series Meluncur dengan Harga Rp4 Juta”
Dampak bagi Pasar Ponsel Gaming dan Kompetitor
Keputusan Asus ini membawa dampak besar bagi segmen ponsel gaming yang selama ini tergolong niche. Melalui lini ROG Phone, Asus dikenal sebagai salah satu pionir ponsel gaming dengan pendekatan agresif pada performa dan ekosistem aksesori. Absennya Asus berpotensi meninggalkan kekosongan besar di segmen tersebut.
Menariknya, kompetitor seperti RedMagic justru disebut siap memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat dominasinya. Di sisi lain, Jonney Shih juga menyinggung tantangan eksternal seperti kenaikan harga memori global yang turut menekan industri teknologi. Meski demikian, Asus mengklaim akan berupaya menekan biaya melalui kolaborasi rantai pasok dan pendekatan design thinking agar tetap kompetitif di lini produk lainnya.
Dengan langkah ini, Asus memasuki babak baru sebagai perusahaan teknologi yang lebih berfokus pada solusi AI dan sistem cerdas. Sementara itu, dunia smartphone harus bersiap kehilangan salah satu pemain unik yang selama ini dikenal berani bereksperimen dan menghadirkan pendekatan berbeda di pasar Android.




Leave a Reply