Meta Gandeng Avocado sebagai Model AI Baru Gantikan Llama

Meta Gandeng Avocado sebagai Model AI Baru Gantikan Llama

JoshGowPhotography – CEO Meta, Mark Zuckerberg, awalnya optimis dengan model AI Llama, berharap AI ini bisa dimanfaatkan semua orang. Namun, antusiasme menurun setelah sebagian besar keuntungan di awal tahun dialokasikan untuk pengembangan Llama. Pada Oktober, Meta tidak lagi menonjolkan Llama, menandakan perubahan strategi besar. Fokus perusahaan kini bergeser ke pendekatan AI baru, agresif, dan proprietary, untuk menantang OpenAI, Google, dan Anthropic. Perubahan ini dipicu kegagalan Llama 4 pada April 2025, yang mengecewakan pasar dan investor, serta memunculkan kritik terhadap pendekatan open-source.

“Baca Juga: AS Gagalkan Penyelundupan GPU Nvidia Rp2,6 Triliun ke Cina”

PENGEMBANGAN MODEL AVOCADO DAN PENUNDAAN PELUNCURAN

Meta tengah mengembangkan penerus Llama, kode nama Avocado, yang akan menjadi model AI terdepan dan proprietary. Rencana peluncuran Avocado awalnya diharapkan akhir 2025, namun kini mundur ke kuartal pertama 2026 karena uji performa. Juru bicara Meta memastikan pelatihan model berjalan sesuai rencana. Berbeda dengan Llama yang open-source, Avocado akan menutup akses bagi pengembang luar, membatasi transparansi, dan memprioritaskan kontrol penuh atas teknologi. Langkah ini diambil setelah Meta mengidentifikasi risiko penyalahgunaan model oleh pihak eksternal, termasuk laboratorium AI di Cina.

INVESTASI BESAR DAN TEKANAN WALL STREET

Meta mengalokasikan $14,3 miliar untuk perekrutan Alexandr Wang, founder Scale AI, dan membeli saham perusahaannya. Total pengeluaran perusahaan di 2025 meningkat dari $70 miliar menjadi $72 miliar. Wall Street menuntut ROI yang lebih tinggi setelah saham Meta mengalami penurunan. Langkah ini menekankan tekanan keuangan yang mendorong perubahan strategi internal. Meta juga melakukan restrukturasi besar-besaran untuk memastikan alokasi sumber daya ke proyek AI menjadi prioritas, termasuk pengurangan fokus pada metaverse dan virtual reality.

RESTRUKTURASI INTERNAL DAN KEPIMPINAN BARU

Zuckerberg menyingkirkan veteran lama, termasuk Chris Cox, dan menunjuk Alexandr Wang sebagai Chief AI Officer baru. Wang memimpin TBD Lab, tempat Avocado dikembangkan. Rekrutmen tambahan mencakup Nat Friedman, mantan CEO GitHub, dan Shengjia Zhao, co-creator ChatGPT. Kepemimpinan baru ini membawa gaya manajemen startup dengan fokus pada kecepatan dan eksekusi. Tim bekerja jarang menghadiri pertemuan internal, menekankan mantra “Demo, don’t memo” untuk mempercepat pengembangan. Jam kerja intens, sekitar 70 jam per minggu, menjadi rutinitas.

“Baca Juga: ChatGPT Terbaru Bisa Gunakan Adobe untuk Edit Foto dan PDF”

TEKANAN PESAING DAN PROSPEK META DI BIDANG AI

Meta menghadapi persaingan ketat dari Gemini 3 Google, GPT-5 OpenAI, dan Claude Opus 4.5 Anthropic. Tekanan internal meningkat dengan mundurnya Chief AI Scientist Yann LeCun. Produk lain seperti Vibes dikritik karena kalah saing dibanding layanan OpenAI. Meski begitu, Zuckerberg tetap optimis, menyatakan MSL memiliki “kepadatan talenta tertinggi” di industri. Fokus baru Meta adalah memperkuat teknologi AI proprietary dan produk inovatif, termasuk kacamata pintar yang dikembangkan bersama EssilorLuxottica, menggeser prioritas dari proyek metaverse. Langkah ini menegaskan tekad perusahaan untuk tetap relevan dan kompetitif di era dominasi AI global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *