Samsung Kembali Gunakan CPU-GPU Internal di Exynos 2800

Samsung Kembali Gunakan CPU-GPU Internal di Exynos 2800

JoshGowPhotography – Samsung kembali menjadi perbincangan setelah rumor mengenai chipset Exynos 2800 beredar luas. Chip ini disebut akan menjadi tonggak penting bagi Samsung karena mengusung desain CPU dan GPU kustom buatan internal. Jika rumor ini terbukti benar, Exynos 2800 akan menandai perubahan besar dalam strategi pengembangan chipset Samsung untuk segmen flagship.

“Baca Juga: ASUS Konfirmasi Tidak Rilis Smartphone Baru di 2026″

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Samsung untuk mengejar kemandirian hardware. Selama ini, Exynos dikenal mengandalkan core CPU ARM standar serta GPU hasil kolaborasi dengan AMD. Dengan desain internal, Samsung berpeluang mengendalikan performa, efisiensi daya, dan integrasi software secara lebih menyeluruh. Pendekatan ini juga dinilai mampu memperkuat diferensiasi produk di tengah persaingan chipset flagship yang semakin ketat.

Ambisi Meniru Strategi Apple

Rumor Exynos 2800 langsung mengingatkan banyak pihak pada strategi Apple. Perusahaan asal Cupertino itu telah lama merancang chip sendiri untuk iPhone, iPad, hingga Mac. Hasilnya, Apple mampu mengoptimalkan performa dan efisiensi secara konsisten melalui integrasi hardware dan software yang sangat rapat.

Samsung disebut ingin menerapkan pendekatan serupa pada lini Galaxy. Dengan CPU dan GPU kustom, Samsung dapat menyesuaikan arsitektur chip dengan kebutuhan One UI, fitur AI, serta ekosistem Galaxy secara lebih presisi. Strategi ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dalam jangka panjang.

Namun, jalan menuju kemandirian chip bukan tanpa risiko. Apple membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan desain internalnya. Samsung pun harus menghadapi tantangan serupa, terutama dalam memastikan stabilitas dan efisiensi sejak generasi awal.

Pelajaran dari Kegagalan Core Mongoose

Upaya Samsung mengembangkan CPU kustom sebenarnya bukan hal baru. Pada periode 2016 hingga 2020, perusahaan sempat menggunakan core Mongoose di beberapa chipset Exynos. Sayangnya, proyek tersebut menuai banyak kritik, terutama terkait konsumsi daya yang tinggi dan suhu yang kurang stabil.

Masalah tersebut membuat performa Exynos tertinggal dari pesaingnya, baik dari Qualcomm maupun Apple. Akhirnya, Samsung memutuskan menghentikan pengembangan Mongoose dan kembali menggunakan core ARM standar dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, Samsung diyakini memiliki bekal pengalaman yang lebih matang. Kegagalan masa lalu disebut menjadi pelajaran penting dalam merancang arsitektur chip yang lebih seimbang antara performa dan efisiensi. Kondisi teknologi saat ini juga dinilai jauh lebih siap dibanding satu dekade lalu.

Fabrikasi 2nm GAA Jadi Kunci Efisiensi

Salah satu faktor yang membuat Samsung percaya diri menghidupkan kembali desain kustom adalah teknologi fabrikasi terbaru. Exynos 2800 dirumorkan akan diproduksi dengan proses 2nm GAA. Teknologi Gate-All-Around ini diklaim mampu meningkatkan kontrol arus listrik dan menekan kebocoran daya.

Dengan fabrikasi 2nm, Samsung berpeluang mengatasi masalah efisiensi yang dulu menghantui core Mongoose. Ukuran transistor yang lebih kecil memungkinkan peningkatan performa tanpa lonjakan konsumsi daya yang signifikan. Jika berhasil, Exynos 2800 bisa bersaing langsung dengan chipset flagship lain di kelas tertinggi.

Selain itu, keberhasilan 2nm GAA juga penting bagi Samsung Foundry. Exynos 2800 dapat menjadi etalase kemampuan manufaktur Samsung di mata industri global.

“Baca Juga: ROM Key PS5 Bocor, Peluang Jailbreak Terbuka”

GPU Kustom dan Arah Masa Depan Galaxy

Perubahan besar lain pada Exynos 2800 disebut terjadi di sektor grafis. Samsung dirumorkan akan mengakhiri kerja sama GPU dengan AMD. Sebagai gantinya, chipset ini akan membawa GPU kustom rancangan internal. Keputusan ini membuka ruang optimalisasi yang lebih luas, terutama untuk AI, gaming, dan grafis antarmuka.

GPU buatan sendiri memungkinkan Samsung menyesuaikan performa grafis dengan kebutuhan ekosistem Galaxy. Integrasi dengan fitur AI on-device, kamera, dan game bisa dilakukan lebih dalam tanpa batasan desain eksternal.

Exynos 2800 diperkirakan akan debut bersama seri Galaxy S28 pada 2028. Jika semua rumor ini terwujud, chipset tersebut bukan sekadar peningkatan performa, melainkan simbol ambisi Samsung untuk membangun fondasi teknologi mandiri. Keberhasilan atau kegagalannya akan sangat menentukan arah Exynos di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *