JoshGowPhotography – ASUS kembali menjadi sorotan setelah pernyataan terbaru dari pimpinan tertingginya. Chairman ASUS, Jonney Shih, memberikan sinyal yang memicu spekulasi luas. Dalam wawancara terbarunya, Shih menyiratkan bahwa bisnis smartphone bukan lagi prioritas utama perusahaan. Meski tidak menyatakan secara eksplisit penghentian total, pernyataannya membuka kemungkinan tersebut. Sikap ini memperkuat anggapan bahwa ASUS sedang menjauh dari pasar smartphone global. Selama beberapa tahun terakhir, lini ponsel ASUS memang terlihat semakin sepi inovasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai arah strategi perusahaan ke depan.
“Baca Juga: Realme Neo 8 Bisa Instal Game PC Lewat Mode Khusus”
Isyarat Penghentian Smartphone Baru Sepanjang 2026
Dalam kutipan wawancara yang diterjemahkan ke berbagai media, Jonney Shih mengakui bahwa peluang ASUS menghentikan rilis smartphone terbuka. Ia tidak memberikan kepastian mengenai peluncuran model baru dalam waktu dekat. Pernyataan ini selaras dengan rumor yang sebelumnya beredar di industri. Rumor tersebut menyebut ASUS tidak akan merilis smartphone baru sepanjang 2026. Hingga kini, ASUS juga belum mengumumkan roadmap produk ponsel untuk tahun mendatang. Ketidakjelasan ini semakin menguatkan dugaan perubahan strategi. Pasar smartphone sendiri dikenal sangat kompetitif dan berbiaya tinggi. Banyak merek memilih mundur atau mengurangi fokus karena margin keuntungan yang semakin ketat.
Jaminan Dukungan Software dan Garansi Tetap Diberikan
Meski memunculkan kekhawatiran, Jonney Shih juga menyampaikan kabar yang menenangkan pengguna setia ASUS. Ia menegaskan bahwa perangkat smartphone ASUS yang telah beredar tetap akan mendapat dukungan. Pembaruan software akan tetap diberikan sesuai komitmen yang sudah dijanjikan sebelumnya. Dukungan garansi juga dipastikan tetap berjalan untuk jangka waktu yang telah ditetapkan. Pernyataan ini bertujuan menjaga kepercayaan konsumen yang masih menggunakan perangkat ASUS. Pengguna tidak perlu khawatir mengenai layanan purna jual dalam waktu dekat. Langkah ini menunjukkan ASUS berusaha bertanggung jawab terhadap basis pengguna yang ada.
Penurunan Aktivitas Smartphone ASUS dalam Beberapa Tahun Terakhir
Jika menilik ke belakang, sinyal penurunan fokus ini sebenarnya sudah terlihat. Frekuensi peluncuran smartphone ASUS menurun dibandingkan periode sebelumnya. Beberapa seri populer tidak lagi mendapatkan penerus secara rutin. Distribusi produk juga terbatas di sejumlah pasar tertentu. Dari sisi pemasaran, eksposur smartphone ASUS relatif lebih kecil dibanding kompetitor. Kondisi ini menandakan adanya evaluasi internal terhadap efektivitas bisnis ponsel. Dalam industri teknologi, keputusan semacam ini bukan hal baru. Banyak perusahaan memilih memusatkan sumber daya ke segmen yang dianggap lebih menjanjikan.
“Baca Juga: Update Baru Far Cry 3 Classic Edition Hadirkan 60 FPS”
ASUS Mulai Arahkan Fokus Bisnis ke Teknologi AI
Dalam wawancara yang sama, Jonney Shih juga memberikan gambaran arah bisnis ASUS ke depan. Ia menyebut bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan fokus baru di ranah kecerdasan buatan. Beberapa bidang yang disorot adalah robotika dan smartglasses. Kedua segmen tersebut dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar seiring perkembangan AI. ASUS melihat peluang untuk memanfaatkan keahlian hardware mereka di bidang ini. Robotika berbasis AI dinilai relevan untuk kebutuhan industri dan konsumen. Sementara itu, smartglasses dipandang sebagai perangkat masa depan dengan integrasi AI yang kuat. Pergeseran fokus ini menunjukkan upaya ASUS beradaptasi dengan tren teknologi global. Jika strategi ini berjalan, ASUS berpotensi meninggalkan smartphone sebagai bisnis utama.




Leave a Reply