JoshGowPhotography – India dan negara-negara Arab secara resmi menegaskan dukungan mereka terhadap pembentukan negara Palestina yang berdaulat, merdeka, dan layak. Komitmen tersebut disampaikan melalui Deklarasi Delhi yang dirilis setelah pertemuan tingkat menteri India-Arab ke-2 di New Delhi. Pertemuan ini dipimpin bersama oleh India dan Uni Emirat Arab. Para pihak menekankan pentingnya solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian jangka panjang. Mereka menilai stabilitas Timur Tengah hanya dapat tercapai melalui penyelesaian adil terhadap isu Palestina. Pernyataan ini mencerminkan keselarasan sikap politik antara India dan dunia Arab. Fokus utama deklarasi adalah penghormatan terhadap hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Baca Juga: Setelah Isu Bunker, Khamenei Ziarah di Makam Khomeini”
Pertemuan Menteri Luar Negeri India-Arab Setelah Jeda Satu Dekade
Pertemuan ini digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, setelah jeda hampir sepuluh tahun. Para diplomat senior dari negara-negara Arab hadir dalam forum tersebut. Sekretaris Jenderal Liga Arab juga turut menghadiri pertemuan. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperbarui kerja sama politik dan diplomatik. Diskusi difokuskan pada isu kawasan dan kepentingan global bersama. India dan negara Arab sepakat memperkuat dialog strategis. Pertemuan ini juga menandai meningkatnya peran India dalam diplomasi Timur Tengah. Hasil utama pertemuan adalah Deklarasi Delhi yang memuat komitmen bersama.
Isi Deklarasi Delhi dan Seruan Solusi Dua Negara
Deklarasi Delhi menegaskan kembali komitmen mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif di Timur Tengah. Para pihak menyerukan pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967. Negara Palestina diharapkan hidup berdampingan secara damai dengan Israel. Deklarasi tersebut juga merujuk pada Inisiatif Perdamaian Arab sebagai kerangka penting. Hak-hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina ditegaskan kembali. Pernyataan ini menekankan kepatuhan pada hukum internasional. Resolusi PBB yang relevan dijadikan landasan utama. Deklarasi ini mencerminkan posisi politik yang konsisten dari India dan negara-negara Arab.
Dukungan terhadap Gencatan Senjata dan Rekonstruksi Gaza
India dan negara-negara Arab menyambut baik hasil KTT Perdamaian Sharm el-Sheikh 2025. KTT tersebut menghasilkan perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza. Para pihak mendesak semua aktor untuk mematuhi perjanjian secara penuh. Deklarasi juga mencatat peluncuran rencana Arab-Islam untuk bantuan dan rekonstruksi Gaza. Akses bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan menjadi perhatian utama. Mereka menekankan pentingnya kelangsungan operasi badan kemanusiaan internasional. Jalur Gaza disebut membutuhkan dukungan global yang konsisten. Upaya pemulihan dinilai krusial bagi stabilitas kawasan.
“Baca Juga:
Dampak Konflik Gaza dan Tantangan Perdamaian ke Depan
Deklarasi Delhi menyoroti dampak besar konflik Gaza terhadap warga sipil Palestina. Serangan selama dua tahun telah menewaskan hampir 71.800 orang. Lebih dari 171.400 warga dilaporkan mengalami luka-luka. Infrastruktur sipil Gaza mengalami kerusakan hingga sekitar 90 persen. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai USD 70 miliar. Angka tersebut menunjukkan skala kehancuran yang sangat besar. India dan negara Arab menilai perdamaian berkelanjutan mendesak diwujudkan. Mereka menegaskan bahwa solusi politik inklusif menjadi kunci masa depan kawasan.




Leave a Reply