JoshGowPhotography – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital memperkenalkan Indonesia Game Rating System atau IGRS. Sistem ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mengatur klasifikasi usia dalam industri game. Tujuannya adalah melindungi generasi muda dari konten permainan yang tidak sesuai dengan usia mereka.
“Baca Juga: Assassin’s Creed Black Flag Remake Dikonfirmasi”
IGRS menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat. Sistem ini juga berfungsi sebagai panduan bagi orang tua, pengembang, serta penerbit game. Dengan adanya klasifikasi usia, pengguna dapat memahami jenis konten yang terdapat dalam suatu permainan.
Pemerintah menilai industri game berkembang sangat pesat di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sistem pengawasan yang jelas agar konten yang beredar tetap sesuai dengan norma sosial dan budaya. Peluncuran sistem ini juga menandai langkah Indonesia dalam mengembangkan regulasi industri game secara lebih terstruktur.
Steam Wajibkan Rating IGRS untuk Game di Indonesia
Pada awal Maret 2026, Valve Corporation selaku pemilik platform distribusi game Steam mengumumkan perubahan kebijakan untuk pasar Indonesia. Perusahaan tersebut menambahkan Indonesia ke dalam daftar negara yang mewajibkan sistem rating usia untuk game yang dijual.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari integrasi dengan sistem IGRS yang diterapkan pemerintah. Dengan kebijakan ini, semua game yang tersedia untuk pengguna di Indonesia harus memiliki klasifikasi usia.
Proses integrasi dilakukan melalui platform Steamworks yang digunakan pengembang game. Valve menambahkan survei tambahan untuk memastikan game mematuhi standar IGRS.
Survei tersebut mencakup berbagai elemen konten yang terdapat dalam permainan. Beberapa aspek yang dinilai meliputi kekerasan, penggunaan bahasa kasar, konten dewasa, hingga simulasi perjudian.
Dengan sistem ini, pengembang game dapat mengetahui kategori usia yang sesuai sebelum game dipublikasikan di Steam.
Klasifikasi Usia IGRS untuk Konten Game
IGRS mengelompokkan game dalam lima kategori usia yang berbeda. Klasifikasi ini dibuat untuk memberikan panduan yang jelas bagi pemain dan orang tua. Setiap kategori ditentukan berdasarkan jenis konten yang terdapat dalam permainan.
Kategori pertama adalah 3+ yang diperuntukkan bagi anak-anak. Game dalam kategori ini biasanya tidak mengandung unsur kekerasan atau konten sensitif.
Kategori berikutnya adalah 7+ yang masih ditujukan bagi anak-anak namun dengan tingkat interaksi yang sedikit lebih kompleks. Setelah itu terdapat kategori 13+ yang mulai mengizinkan konten dengan tingkat konflik ringan.
Selanjutnya adalah kategori 15+ yang dapat mencakup elemen lebih serius seperti kekerasan terbatas atau tema yang lebih kompleks. Kategori terakhir adalah 18+ yang diperuntukkan bagi pemain dewasa.
Penilaian kategori usia mempertimbangkan berbagai elemen konten. Di antaranya termasuk kekerasan, bahasa kasar, tema horor, penggunaan obat-obatan, simulasi perjudian, serta interaksi online.
Developer Wajib Mengisi Content Survey di Steamworks
Untuk menerapkan sistem IGRS, pengembang game diwajibkan mengisi Content Survey yang telah diperbarui di Steamworks. Survei ini berfungsi untuk mengidentifikasi konten yang terdapat dalam permainan. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan rating usia.
Steam akan memproses hasil survei tersebut secara otomatis. Sistem kemudian menghasilkan deskriptor rating yang sesuai dengan standar IGRS. Hasil klasifikasi ini akan ditampilkan pada halaman toko Steam bagi pengguna di Indonesia.
Pendekatan ini diharapkan mempermudah pengembang game dalam memenuhi regulasi baru. Baik pengembang lokal maupun internasional dapat menggunakan sistem yang sama untuk menentukan rating game. Valve juga menyediakan panduan tambahan bagi pengembang. Informasi tersebut membantu memastikan proses klasifikasi berjalan dengan benar. Dengan mekanisme ini, distribusi game di Indonesia dapat tetap berjalan tanpa hambatan regulasi.
“Baca Juga: TECNO Hadirkan MEGAPAD 2 dan Watch GT 1S”
IGRS Diharapkan Jaga Ekosistem Game yang Sehat
Penerapan IGRS tidak hanya bertujuan membatasi akses anak terhadap konten negatif. Pemerintah juga ingin mencegah penyebaran unsur radikalisme atau ekstremisme melalui media game. Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam regulasi konten digital.
Asosiasi Game Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap sistem tersebut. Menurut organisasi tersebut, klasifikasi usia dapat membantu membangun industri game yang lebih bertanggung jawab.
Pada awal 2026, Komdigi mulai melakukan pengawasan terhadap game yang belum memiliki rating resmi. Pemerintah bahkan merencanakan pemblokiran bagi game yang tidak mematuhi aturan tersebut. Kebijakan ini dijadwalkan berlaku mulai Februari 2026.
Peluncuran resmi IGRS sendiri telah dilakukan pada 11 Oktober 2025. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memperkenalkan sistem tersebut dalam acara Indonesia Game Developer eXchange di Bali.
Dengan adanya sistem ini, Indonesia menjadi negara pertama di kawasan ASEAN yang memiliki sistem klasifikasi game nasional. Sistem tersebut dirancang berdasarkan nilai budaya dan kearifan lokal Indonesia. Pemerintah berharap langkah ini dapat mendorong pertumbuhan industri game yang lebih sehat dan berkelanjutan.




Leave a Reply