Lebih 1000 Karyawan Ubisoft Kehilangan Pekerjaan

Lebih 1000 Karyawan Ubisoft Kehilangan Pekerjaan

JoshGowPhotography – Ubisoft mengonfirmasi telah memangkas lebih dari 1.000 karyawan dalam setahun terakhir sebagai bagian dari restrukturisasi besar perusahaan. Informasi tersebut muncul melalui laporan keuangan terbaru untuk tahun fiskal 2026.

Publisher asal Prancis itu menyebut hingga 31 Maret 2026 mereka telah menghapus lebih dari 1.200 posisi kerja. Pengurangan tersebut menjadi bagian dari program optimisasi dan efisiensi biaya yang sedang dijalankan perusahaan.

“Baca Juga: Console Segera Kedatangan Poppy Playtime Chapter 5″

Kondisi internal Ubisoft memang sudah lama menjadi perhatian industri game. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan menghadapi berbagai tantangan mulai dari performa proyek yang mengecewakan hingga tekanan biaya operasional yang semakin tinggi.

Meski angka PHK tersebut sangat besar, Ubisoft saat ini masih mempekerjakan sekitar 16.590 orang di seluruh dunia. Namun, perusahaan menegaskan proses restrukturisasi belum selesai dan akan terus berlanjut hingga beberapa tahun mendatang.

Restrukturisasi Ubisoft Akan Berlanjut Hingga 2028

Ubisoft memastikan langkah pengurangan biaya tidak berhenti pada tahun fiskal ini saja. Perusahaan menyebut restrukturisasi dan efisiensi operasional akan terus dijalankan hingga 2028.

Menurut Ubisoft, strategi tersebut berhasil menurunkan biaya tetap sekitar €325 juta dibanding tahun fiskal 2023. Angka itu setara dengan pengurangan sekitar 18 persen dari struktur biaya sebelumnya.

Target berikutnya adalah menekan basis biaya tetap hingga mencapai €1,25 miliar pada Maret 2028. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan akan menerapkan disiplin ketat dalam perekrutan dan restrukturisasi yang lebih terarah.

Artinya, kemungkinan pengurangan staf dan penyesuaian internal masih bisa terus terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Situasi ini memperlihatkan besarnya tekanan finansial yang sedang dihadapi salah satu publisher terbesar di industri game tersebut.

Ubisoft Masih Pertimbangkan Penjualan Aset

Selain melakukan PHK dan efisiensi biaya, Ubisoft juga mengungkap masih mempertimbangkan kemungkinan penjualan sejumlah aset perusahaan. Pernyataan ini menunjukkan publisher tersebut tetap membuka berbagai opsi strategis demi memperkuat kondisi finansial mereka.

Meski belum ada detail mengenai aset apa yang mungkin dijual, langkah tersebut memperlihatkan Ubisoft sedang melakukan evaluasi besar terhadap fokus bisnis mereka. Perusahaan tampaknya ingin lebih selektif menentukan area yang dianggap memiliki potensi keuntungan terbesar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ubisoft memang menghadapi tantangan cukup berat. Sejumlah proyek besar mereka gagal memenuhi ekspektasi pasar maupun internal perusahaan. Situasi itu membuat tekanan terhadap profitabilitas semakin besar.

Karena itu, Ubisoft kini tampaknya mencoba membangun struktur bisnis yang lebih ramping dan efisien. Langkah tersebut dianggap penting agar perusahaan dapat bertahan di tengah kondisi industri game yang semakin kompetitif.

Ubisoft Tetap Investasi pada Teknologi AI

Meski melakukan penghematan besar-besaran, Ubisoft tetap melanjutkan investasi pada teknologi baru. Salah satu fokus utama perusahaan saat ini adalah pengembangan generative AI melalui proyek bernama Teammates.

Teknologi tersebut sebelumnya diperkenalkan sebagai sistem AI yang mampu menghadirkan NPC lebih cerdas dan dunia game yang bereaksi secara real-time terhadap pemain. Ubisoft menilai AI dapat membantu meningkatkan pengalaman bermain sekaligus efisiensi produksi.

Selain gameplay, AI juga mulai digunakan Ubisoft untuk membantu quality control dan pengelolaan pipeline pengembangan game modern. Perusahaan tampaknya melihat teknologi ini sebagai bagian penting masa depan industri game.

Langkah tersebut menunjukkan Ubisoft tidak hanya fokus memangkas biaya, tetapi juga mencoba membangun fondasi teknologi baru untuk jangka panjang. Namun, perusahaan tetap harus menjaga keseimbangan antara investasi teknologi dan kondisi keuangan mereka.

“Baca Juga: Mod Komunitas Mulai Ramaikan Forza Horizon 6″

Industri Game Dinilai Masuki Masa Sulit

Situasi Ubisoft kembali memperlihatkan bahwa bahkan publisher terbesar sekalipun tidak kebal terhadap tekanan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, industri game global mengalami gelombang restrukturisasi besar, termasuk PHK massal dan penutupan studio.

Biaya pengembangan game AAA yang terus meningkat menjadi salah satu penyebab utama. Selain itu, persaingan pasar semakin ketat sementara ekspektasi pemain terhadap kualitas game modern terus bertambah.

Bagi gamer, dampak restrukturisasi seperti ini mungkin tidak langsung terasa dalam jangka pendek. Namun, keputusan bisnis tersebut dapat memengaruhi skala proyek, kecepatan produksi, dan prioritas pengembangan game di masa depan.

Ubisoft kini berada dalam fase penting untuk menentukan arah baru perusahaan. Dengan kombinasi efisiensi biaya, restrukturisasi internal, dan investasi teknologi baru, publisher tersebut tampaknya sedang berusaha membangun kembali fondasi bisnis mereka demi bertahan di industri game modern yang semakin keras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *