Pemerintah AS Dilarang Gunakan AI Anthropic

Pemerintah AS Dilarang Gunakan AI Anthropic

JoshGowPhotography –Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan seluruh lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi kecerdasan buatan milik Anthropic. Instruksi tersebut diumumkan setelah perusahaan menolak memberikan akses penuh kepada militer Amerika Serikat. Keputusan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan pemerintah tidak lagi membutuhkan atau ingin bekerja sama dengan Anthropic.

“Baca Juga: Pentagon Gunakan AI OpenAI di Jaringan Rahasia”

Pemerintah juga akan menghapus teknologi perusahaan tersebut secara bertahap dari proyek federal. Proses penghentian ini diberikan masa transisi selama enam bulan. Langkah ini menjadi bagian dari konflik yang semakin tajam antara pemerintah Amerika Serikat dan sejumlah perusahaan pengembang kecerdasan buatan. Perselisihan tersebut berpusat pada batasan etika dalam penggunaan AI untuk kepentingan militer.

Penolakan Anthropic Picu Konflik dengan Departemen Pertahanan

Perselisihan bermula ketika Departemen Pertahanan Amerika Serikat meminta akses penggunaan AI untuk setiap penggunaan yang dianggap sah secara hukum. Permintaan tersebut mencakup kemungkinan pemanfaatan teknologi AI dalam berbagai sistem militer. Anthropic menolak permintaan tersebut dengan alasan etika dan keamanan teknologi. Perusahaan menyatakan khawatir teknologi seperti model Claude dapat digunakan untuk pengawasan massal atau pengembangan senjata otonom.

Penolakan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah. Menteri Pertahanan Pete Hegseth kemudian merespons dengan menetapkan Anthropic sebagai potensi risiko rantai pasok. Status tersebut dapat memberikan konsekuensi serius bagi perusahaan. Jika resmi diterapkan, Anthropic akan menghadapi pembatasan dalam aktivitas komersial yang berhubungan dengan militer. Pembatasan tersebut juga dapat berlaku melalui kontraktor pihak ketiga yang bekerja dengan pemerintah Amerika Serikat.

Anthropic Siap Menggugat Pemerintah AS Jika Status Diberlakukan

Anthropic menegaskan akan mengambil langkah hukum jika pemerintah benar-benar menetapkan perusahaan sebagai risiko rantai pasok. Perusahaan menilai keputusan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Dalam pernyataan resminya, Anthropic menyebut tindakan pemerintah dapat menciptakan preseden berbahaya bagi perusahaan teknologi. Perusahaan juga menilai tekanan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap perusahaan swasta. Anthropic menegaskan bahwa sikapnya tidak akan berubah terkait penggunaan AI untuk pengawasan massal atau senjata otonom. Perusahaan menilai teknologi kecerdasan buatan harus dikembangkan dengan batasan etika yang jelas.

Sejak tahun 2024, teknologi Anthropic telah digunakan oleh sejumlah lembaga pemerintah Amerika Serikat. Sistem AI mereka dipakai dalam proyek sensitif yang memerlukan analisis data dan pemrosesan informasi. Nilai kontrak Anthropic dengan Pentagon dilaporkan mencapai sekitar 200 juta dolar AS. Valuasi perusahaan tersebut juga meningkat pesat hingga diperkirakan mencapai 380 miliar dolar AS.

Perselisihan AI Menjadi Babak Baru Hubungan Pemerintah dan Industri Teknologi

Konflik antara pemerintah Amerika Serikat dan Anthropic menandai fase baru hubungan antara sektor teknologi dan negara. Teknologi kecerdasan buatan kini menjadi aset strategis yang memiliki dampak besar terhadap keamanan nasional. Seorang mantan pejabat Departemen Pertahanan menyatakan posisi pemerintah dalam konflik ini tidak sepenuhnya kuat. Menurutnya, tekanan terhadap Anthropic justru berpotensi meningkatkan citra perusahaan di mata publik.

Banyak pihak menilai konflik ini mencerminkan perdebatan global mengenai batas penggunaan AI. Di satu sisi pemerintah ingin memanfaatkan teknologi untuk kepentingan keamanan nasional. Di sisi lain, perusahaan teknologi berusaha menjaga batasan etika terhadap penggunaan teknologi mereka. Perdebatan ini semakin kompleks karena AI memiliki potensi besar dalam sektor militer.

“Baca Juga: Versi Jepang RE Requiem Disorot soal Sensor”

OpenAI Pilih Bekerja Sama dengan Pentagon dengan Batasan Penggunaan

Di tengah konflik tersebut, OpenAI justru menandatangani kerja sama dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Kerja sama ini memungkinkan penggunaan model AI OpenAI dalam jaringan cloud militer yang bersifat rahasia.

Kesepakatan tersebut dicapai tidak lama setelah Anthropic menolak kontrak dengan pemerintah. Teknologi Anthropic kemudian dilarang digunakan oleh pegawai pemerintah dan lembaga negara. CEO OpenAI Sam Altman menegaskan bahwa perusahaannya tetap memiliki batasan penggunaan teknologi. Dalam memo internal, Altman menyatakan OpenAI menolak penggunaan AI untuk pengawasan domestik.

OpenAI juga menolak penggunaan teknologi mereka untuk mengendalikan senjata ofensif otonom. Altman menegaskan keputusan penggunaan kekuatan tetap harus berada di tangan manusia. Perbedaan sikap antara OpenAI dan Anthropic menunjukkan kompleksitas hubungan antara perusahaan teknologi dan pemerintah. Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana kecerdasan buatan semakin menjadi faktor penting dalam kebijakan keamanan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *