PHK Meta Picu Isu Pembatalan Sequel Arkham Shadow

PHK Meta Picu Isu Pembatalan Sequel Arkham Shadow

JoshGowPhotography – Meta belum lama ini melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran di Divisi Reality Labs. Setidaknya sepuluh persen total tenaga kerja di divisi tersebut terdampak kebijakan ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi internal perusahaan. Reality Labs selama ini menjadi tulang punggung pengembangan perangkat VR dan AR Meta. Namun tekanan biaya dan arah bisnis baru memaksa perusahaan mengambil keputusan sulit. Dampak PHK ini tidak hanya dirasakan karyawan, tetapi juga studio game di bawah naungan divisi tersebut. Beberapa proyek hiburan berbasis VR kini berada dalam posisi tidak pasti. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar game VR.

“Baca Juga: Anthem Disebut Bisa Bangkit dengan Dana $10 Juta”

Penutupan Studio Twisted Pixel dan Sanzaru Games

Imbas langsung dari PHK tersebut adalah penutupan sejumlah studio game. Twisted Pixel dan Sanzaru Games menjadi dua nama yang terdampak. Keduanya merupakan studio yang sebelumnya berada di bawah Divisi Reality Labs. Penutupan ini mengindikasikan pengurangan fokus Meta pada pengembangan game VR. Laporan dari Aftermath menyebutkan informasi dari mantan pengembang Meta. Sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut hanya sedikit pegawai yang kini tersisa di divisi tersebut. Pegawai yang tersisa fokus pada pengembangan pengalaman pengguna baru. Proyek tersebut ditujukan untuk perangkat keras Meta generasi berikutnya. Situasi ini memperlihatkan penyusutan besar pada lini pengembangan konten.

Pengembang Sequel Batman Arkham Shadow Terungkap

Informasi lain yang mencuat berkaitan dengan Sequel Batman Arkham Shadow. Berdasarkan keterangan petinggi studio, proyek tersebut ternyata bukan dikembangkan oleh Camouflaj. Game Batman Arkham Shadow pertama diketahui dikerjakan oleh Camouflaj, studio VR milik Meta. Namun sekuelnya disebut justru dikembangkan oleh Sanzaru Games. Fakta ini menjadi sorotan karena Sanzaru Games kini telah ditutup. Kondisi tersebut langsung menimbulkan tanda tanya besar. Nasib pengembangan sekuel Batman Arkham Shadow menjadi tidak jelas. Ketidakpastian ini diperparah oleh minimnya komunikasi resmi dari Meta. Penggemar Batman VR pun mulai berspekulasi soal masa depan proyek ini.

Pernyataan Meta dan Dampak terhadap Camouflaj

Juru bicara Meta memberikan klarifikasi kepada Kotaku terkait situasi tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa PHK juga berdampak pada Camouflaj. Namun Meta menegaskan bahwa Camouflaj tidak ditutup. Studio tersebut masih beroperasi meski dengan jumlah staf berkurang. Sayangnya, tidak ada pernyataan resmi mengenai status proyek Batman Arkham Shadow. Baik Camouflaj, Sanzaru Games, maupun Meta memilih bungkam. Tidak ada konfirmasi apakah proyek sekuel dibatalkan atau dilanjutkan. Sikap diam ini memperkuat ketidakpastian di kalangan penggemar. Banyak pihak menilai Meta tengah mengevaluasi ulang prioritas konten VR mereka.

“Baca Juga: Spark Go 3 Jadi HP 120Hz Murah Terbaru Tecno”

Sinyal Awal Pengembangan dan Ketidakpastian Masa Depan

Sequel Batman Arkham Shadow sebelumnya sempat dikonfirmasi secara tidak langsung. Konfirmasi tersebut datang dari pengisi suara Komisaris Gordon. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut tim akan segera mengerjakan game tersebut. Pernyataan singkat itu sempat memberi harapan besar bagi penggemar. Banyak yang menantikan kelanjutan petualangan Batman dalam format VR. Namun situasi terbaru mengubah ekspektasi tersebut. Dengan adanya PHK dan penutupan studio, proyek ini berpotensi terdampak besar. Hingga kini, belum ada kejelasan resmi mengenai kelanjutan pengembangannya. Masa depan Sequel Batman Arkham Shadow masih berada dalam tanda tanya besar. Keputusan akhir Meta kemungkinan akan menentukan arah game VR mereka ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *