Ubisoft Dilaporkan Akan PHK 2.000 Lebih Karyawan

Ubisoft Dilaporkan Akan PHK 2.000 Lebih Karyawan

JoshGowPhotography – Ubisoft tengah menghadapi salah satu periode paling sulit dalam sejarah perusahaannya. Perusahaan game asal Prancis ini dilaporkan membatalkan sejumlah proyek besar yang sebelumnya telah diumumkan ke publik. Salah satu pembatalan yang paling menyita perhatian adalah remake dari Prince of Persia: The Sands of Time. Keputusan tersebut memicu kekecewaan besar di kalangan pemain. Kondisi internal perusahaan juga memburuk seiring merosotnya performa finansial. Saham Ubisoft dilaporkan turun hingga mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini memperkuat sinyal bahwa perusahaan sedang berada dalam tekanan serius. Tidak hanya berdampak pada portofolio produk, krisis ini juga berimbas langsung pada kondisi tenaga kerja di dalam perusahaan. Berbagai langkah darurat mulai dipertimbangkan manajemen. Fokus utama Ubisoft kini tertuju pada upaya menekan pengeluaran dan menjaga kelangsungan bisnis jangka panjang.

“Baca Juga: TikTok USDS Dibentuk untuk Jaga Operasi di AS”

Program Penghematan Biaya dan Penurunan Jumlah Karyawan

Dalam upaya mengatasi tekanan finansial, Ubisoft disebut telah menjalankan program penghematan biaya besar-besaran. Laporan dari insider industri game, Tom Henderson, menyebut penghematan mencapai sekitar 300 juta euro dalam beberapa tahun terakhir. Program efisiensi ini telah berdampak signifikan terhadap jumlah tenaga kerja. Sejak kebijakan tersebut diberlakukan, Ubisoft dilaporkan telah melepas sekitar 3.632 karyawan. Jumlah tenaga kerja perusahaan turun dari sekitar 20.729 orang pada September 2022. Pada September 2025, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 17.097 karyawan. Pengurangan ini menunjukkan skala restrukturisasi yang cukup besar. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap di berbagai divisi. Manajemen menilai kebijakan ini sebagai langkah penting untuk menyesuaikan struktur biaya perusahaan. Namun, dampaknya dirasakan langsung oleh ribuan pekerja. Kekhawatiran akan gelombang pemutusan hubungan kerja berikutnya pun semakin menguat.

Ribuan Karyawan Terancam PHK pada Tahap Akhir Efisiensi

Laporan terbaru menyebut Ubisoft kini memasuki tahap akhir dari program efisiensi biaya. Target perusahaan adalah memangkas total pengeluaran hingga 200 juta euro sebelum Maret 2028. Dalam tahap ini, risiko pemutusan hubungan kerja kembali mencuat. Diperkirakan sekitar 2.400 karyawan berpotensi terdampak kebijakan lanjutan tersebut. Angka ini setara dengan sekitar dua pertiga dari jumlah karyawan yang telah terdampak sebelumnya. Beberapa studio pengembang Ubisoft di Stockholm, Leamington, London, dan lokasi lainnya disebut ikut terdampak. Proses restrukturisasi ini dinilai sebagai langkah paling drastis dalam beberapa dekade terakhir. Informasi internal menyebut pengumuman resmi gelombang PHK dijadwalkan pada 12 Februari 2026. Karyawan di berbagai divisi kini berada dalam situasi tidak pasti. Ketidakjelasan masa depan pekerjaan menambah tekanan psikologis di lingkungan kerja. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran luas di industri game global.

Kebijakan Wajib Masuk Kantor dan Kontroversi Internal

Selain potensi PHK, Ubisoft juga dikabarkan menerapkan kebijakan baru terkait pola kerja. Perusahaan disebut akan mewajibkan karyawan masuk kantor lima hari dalam seminggu. Kebijakan ini disertai penawaran tunjangan tahunan bagi karyawan yang sebelumnya bekerja dari rumah. Manajemen menyatakan aturan tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi kerja. Ubisoft juga menilai kehadiran fisik dapat mendorong kreativitas dan kolaborasi tim. Namun, kebijakan ini menuai kritik dari kalangan pengembang internal. Banyak karyawan menilai aturan tersebut justru menjadi tekanan tambahan. Sebagian pengembang menganggap kebijakan itu sebagai cara tidak langsung mendorong pengunduran diri. Strategi ini dinilai dapat mengurangi jumlah karyawan tanpa perlu pengumuman PHK besar. Pendekatan tersebut dianggap lebih senyap namun berdampak besar. Kritik internal semakin memperkeruh suasana di dalam perusahaan. Hubungan antara manajemen dan karyawan pun disebut semakin renggang.

“Baca Juga: Fitur Me Meme di Google Photos Permudah Bikin Meme”

Dampak Jangka Panjang bagi Industri dan Reputasi Ubisoft

Krisis yang dialami Ubisoft menimbulkan pertanyaan besar mengenai arah masa depan perusahaan. Pembatalan proyek besar dan pengurangan tenaga kerja berisiko merusak kepercayaan publik. Reputasi Ubisoft sebagai salah satu raksasa industri game global ikut dipertaruhkan. Para pengamat menilai perusahaan perlu melakukan pembenahan strategi secara menyeluruh. Keputusan finansial jangka pendek dinilai tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan pemain dan karyawan. Industri game global juga mencermati situasi ini sebagai peringatan. Ketidakstabilan finansial dapat berdampak luas pada ekosistem pengembang. Bagi karyawan, masa depan karier di Ubisoft kini diliputi ketidakpastian. Bagi pemain, pembatalan game ikonik menjadi simbol krisis kreativitas. Beberapa pihak berharap manajemen mampu menemukan solusi berkelanjutan. Ke depan, langkah Ubisoft akan menjadi sorotan utama industri game internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *